Benner

Benner
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Januari 2018

JPRMI Temanggung Turun Ke Jalan Dalam Aksi Peduli Garut

Rintikan air hujan yang turun di kota Temanggung tidak membuat aksi sosial penggalangan dana korban banjir dan longsor kab. Garut dan Sumedang yang dilakukan oleh Lazis Jateng Cab. Temanggung,  JPRMI (jaringan Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia),  Bagi Nasi Pagi (BNP) Temanggung, Cita Rasa Kebaikan Pelajar (CAKEP) pada hari Senin 26 September 2016 ciut nyali. Aksi kali ini diikuti oleh sebanyak 20 orang yang tergabung didalam komunitas-komunitas tersebut. Jl. Let Jend Suprapto atau perempatan bangjo BCA menjadi fokus sasaran untuk menarik simpati warga yang melintas melalui jalan ini.
Dengan pengeras suara, Wasono Saputro mengajak warga yang sedang melintas melalui kawasan ini untuk membantu korban bencana banjir dan longsor yang telah terjadi di kabupaten Garut dan Sumedang tempo lalu. Entah banyak ataupun sedikit, sumbangan masyarakat kab. Temanggung baik berupa uang atauoun barang-barang yang lain akan sangat berarti bagi mereka, karena nilai kasih dan perhatian tentu akan memberikan semangat tersendiri bagi mereka pintanya.
Aksi ini kemudian berakhir pada pukul 17.30 WIB dan dilanjutkan sholat magrib berjamaah di masjid As Shohabat Aspol Temanggung dan terkumpul dana sebesar Rp 1.250.300,00 tidak lupa seluruh dari para relawan aksi ini menyampaikan terima kasih dan bantuan yang terkumpul dari berbagai pihak nantinya akan langsung diberikan kepada para korban bencana.





Jumat, 03 Juni 2016

Abdurrahman bin Auf, Sang Penakluk Kepalsuan Dunia


(Panjimas.com) – Kaum Muslim mengenal shahabat satu ini sebagai seorang saudagar kaya raya. Beliau adalah Abdurrahman bin Auf RA. Selain menjadi inspirator wirausahawan Muslim, beliau juga salah satu shahabat yang oleh Nabi SAW dinyatakan mendapat jaminan masuk surga.
Abdurrahman bin Auf RA berasal dari Bani Zuhrah, dan lahir sepuluh tahun setelah Tahun Gajah. Beliau merupakan orang ke delapan yang masuk Islam paling awal (sabiqunal awwalun). Di masa jahiliyah, nama beliau adalah Abd Amr. Setelah masuk Islam, Rasulullah SAW memanggil beliau Abdurrahman bin Auf.
Pada awal masuk Islam, Abdurrahman bin Auf RA  sempat mengalami tekanan, bahkan penyiksaan dari kafir Quraisy. Hingga pada suatu saat, beliau berhijrah ke Habasyah (sekarang Ethiopia).
Setelah turun perintah hijrah ke Madinah, Abdurrahman menjadi pelopornya. Beliau berangkat berhijrah bersama-sama kaum Muslim Makkah (Muhajirin). Lalu sesampainya di Madinah, Nabi SAW membuat kebijakan mempersaudarakan antara kaum Muhajirin dengan kaum Anshar. Dan Abdurrahman bin Auf mendapatkan Sa’ad bin Rabi Al-Anshari RA sebagai saudara beliau.
Sa’ad adalah penduduk Madinah yang kaya. Beliau berniat memberikan sebagian hartanya kepada Abdurrahman bin Auf RA dengan penuh ketulusan. Namun Abdurrahman menolak dengan ucapan, “Terima kasih, Saudaraku. Tolong tunjukkan saja padaku di mana letak pasar…” Sa’ad pun menunjukkannya, dan selanjutnya Abdurrahman berdagang di sana.
Belum lama menjalankan usaha perdagangan, Abdurrahman bin Auf RA berhasil mengumpulkan harta yang cukup besar untuk mahar menikah. Beliau menghampiri Nabi SAW seraya berkata, “Saya ingin menikah, ya Rasulullah.”
Rasulullah Muhammad SAW menyambut dengan tanya, “Apa mahar yang akan Engkau berikan?”
“Emas seberat biji kurma,” jawab Abdurrahman.
Nabi SAW bersabda, “Laksanakanlah walimah, walau hanya dengan menyembelih seekor kambing. Semoga Allah memberkahi pernikahanmu, dan juga hartamu.”
Usaha Abdurrahman terus berkembang dan menjadi seorang Muhajirin yang kaya raya. Namun demikian, pada saat meletus Perang Badar, beliau juga turut bertempur di medan jihad. Pun dalam Perang Uhud, ketika banyak pasukan Muslim meninggalkan medan perang, Sang Saudagar tetap bertahan di samping Rasulullah SAW.
Abdurrahman bin Auf memang seorang yang zuhud. Kaya raya, namun siap menjadi tentara dan berani mengorbankan nyawa. Selain itu, beliau juga sangat dermawan. Beliau tidak merasakan keraguan setiap mengeluarkan harta di jalan Allah SWT. Saat pecah Perang Tabuk, Abdurrahman bin Auf RA pun menjadi pelopor infaq harta dengan menyerahkan dua ratus uqiyah emas.
Sepeninggal Nabi SAW, Abdurrahman bin Auf RA mendapatkan amanah mulia, menjaga kesejahteraan dan keselamatan Ummahatul Mukminin (para istri Rasulullah). Beliau memenuhi segala kebutuhan mereka, dan menyediakan pengawalan setiap bepergian.
Aisyah RA berkata, “Rasulullah SAW pernah bersabda, ‘Tidak ada orang yang kasihan kepada kalian sepeninggalku kecuali orang-orang yang sabar.'”
Begitulah sabda Nabi SAW yang mengandung doa untuk Abdurrahman bin Auf RA. Maka Allah SWT-pun senantiasa melimpahkan keberkahan, sehingga Abdurrahman menjadi shahabat yang paling kaya hingga wafat pada umur 72 tahun, yakni pada masa Khalifah Ali bin Abi Thlib RA.
Saat itu, di depan jenazah Abdurrahman bin Auf RA, Khalifah Ali bin Abi Thalib berucap, “Engkau telah mendapatkan kasih sayang Allah, dan Engkau berhasil menundukkan kepalsuan dunia. Semoga Allah selalu merahmatimu.”
Ya, Abdurrahman bin Auf disebut telah menundukkan kepalsuan dunia, oleh karena harta kekayaan yang melimpah tidak menjadi penghalang beliau dalam menjalankan ketaatan kepada Allah dan RasulNya. [IB]

Muallaf Center Yogyakarta Tarik Kristiani Jadi Muallaf


YOGYAKARTA, (Panjimas.com) – Tidak mudah memang mengajak orang kafir memeluk agama Islam, namun itulah yang dilakukan Rosulullah dalam setiap dakwahnya. Hal inilah yang mendorong Mualaf Center Yogyakarta (MCY) untuk terus mensyahadatkan orang kafir yang sudah berniat masuk kedalam ajaran Islam.
Dengan di bimbing Ustadz Ridwan Wicaksono wakil MCY, Novie Munthe (28) seorang mahasiswi yang beragama Kritiani telah mantap berniat masuk ajaran agama Islam. Dengan disaksikan jama’ah masjid Gedhe Kauman,  dan anggota MCY, Novie mengucapkan Syahadat di teras masjid Gedhe Kauman jalan Kauman, komplek Kraton Yogyakarta, Rabu malam (18/5/2016).
Novie yang didampingi Mumtaza (Ahwat MCY) menuturkan bahwa dirinya memutuskan meninggalkan agama terdahulu dan mengimani Islam karena hidayah Allah.
“Dua tahun terakhir ini saya mempelajari Islam, pemberitaan negatif akan Islam yang sering saya dengar, justru membuat saya ingin tahu akan Islam, saya simpati dengan islam” ucap Novie.
Novie merasakan ketertarikan Islam karena aktivitas teman kos yang muslim terlihat taat beribadah. Hal ini pula yang yang menjadikan Novie simpatik terhadap Islam.
“Mereka segera bergegas meninggalkan aktifitas mereka setiap adzan berkumandang, selah saya pelajari, semakin saya mengerti Islam ajaran yang mulia dan baik” katanya.
Novie menuturkan bahwa keluarganya yang semua Nasrani tidak pernah berkomentar ketika dirinya ingin masuk Islam. Dia mengharapkan nantinya keluarganya juga bisa masuk Islam seperti dirinya.
“Semoga kelak mereka mendapat hidayah pula” tuturnya.
Sementara itu Ustadz Ridwan ketika dihubungi Panjimas mengharapkan bahwa apa yang telah diimani Novie menjadikan istiqomah dalam beramal. Nantinya Ridwan akan membimbingnya dalam wadah Mumtaza.
“Hal yang wajar bagi seorang muallaf adalah keistiqomahan dalam menjalankan perintah Islam dan terus mempelajari Islam” ucap ustadz Ridwan. [SY]

Ribuan Muslim Turki Tuntut Hak Difungsikannya Kembali Hagia Sophia Menjadi Masjid


ISTANBUL, (Panjimas.com) – Hari Sabtu (28/05/2016), Ribuan jamaah Muslim turun ke jalanan Istanbul untuk melakukan aksi tuntutan kepada pemerintah Turki agar dapat beribadah di Hagia Sophia, dilansir oleh World Bulletin.
Sebagaimana diketahui kota Istanbul terkenal di dunia karena Hagia Sophia, yang menjulang, sebuah Gereja bekas Bizantium [Kristen Ortodoks] yang sekarang difungsikan sebagai Museum.
Ribuan jamaah muslim Istanbul melakukan aksi untuk menuntut agar umat Islam diperbolehkan beribadah di Hagia Sophia, yang sejak tahun 1453 pada masa kekhalifahan Sultan Muhammad Al-Fatih difungsikan sebagai Masjid, namun setelah hampir 500 tahun menjadi Masjid, sekularis Mustafa Kemal Attaturk telah mengubah fungsi Hagia Sophia dari Masjid menjadi hanya sebuah museum.
Menurut laporan media, tampak ribuan muslim yang berpartisipasi dalam aksi tersebut melakukan shalat jamaah dengan di depan Hagia Sophia yang dulunya pernah menjadi Gereja Basilika Kristen Ortodoks Yunani, kemudian menjadi Masjid dan sekarang Museum.
“Lepaskan rantai penghalang, Buka Hagia Sophia,” teriak ribuan warga Muslim Istanbul yang berkumpul di alun-alun tepat di depan bangunan Hagia Sophia.
“Dengan nama ribuan saudara-saudara kami, kami menuntut agar kami diizinkan untuk beribadah shalat di dalam Masjid Hagia Sophia,” kata Salih Turhan, Presiden Asosiasi Pemuda Anatolia (Anatolia Youth Association) yang menyelenggarakan aksi demonstrasi bertepatan dengan perayaan ulang tahun penaklukan kekhalifahan Ottoman pada kota Konstantinopel .
Dibangun pada abad keenam, Hagia Sophia, yang berarti Kebijaksanaan Suci dalam bahasa Yunani, telah dikonversi menjadi Masjid pada tahun 1453 ketika Sultan Muhammad Al-Fatih berhasil menaklukkan Konstantinopel, dan kemudian mengubah nama kota itu menjadi “Islambool” (sepenuhnya Islam).
Setelah Kekahalifahan Ottoman runtuh dan digantikan dengan pemerintah modern sekuler Turki, Masjid Hagia Sophia kemudian diubah fungsinya menjadi museum pada tahun 1935.
Bangunan Hagia Sophia, karya arsitektur Bizantium, memiliki kubah besar yang didukung oleh pilar-pilar besar, dindingnya dilapisi dengan marmer dan dihiasi dengan mosaik.
Setelah Konstantinopel berhasil dibebaskan oleh Sultan Muhammad Al-Fatih pada tahun 1453, empat menara ditambahkan ke struktur Hagia Sophia dan kemudian interior Hagia Sophia dihiasi dengan corak seni Islam.
Sejak Presiden Recep Tayyip Erdogan dan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) berhasil memenangkan pemilu di Turki pada tahun 2002, para pendukung sekularisme Turki menjadi sangat takut dan khawatir bahwa Hagia Sophia dapat diubah kembali menjadi Masjid.
Jika tuntutan ribuan Muslim Istanbul dapat dikabulkan oleh pemerintahan Erdogan, maka keputusan ini tentu akan membahagiakan seluruh muslim Turki, bahkan umat Islam sedunia. [IZ]

Jumat, 20 Mei 2016

DARI JOGOKARIYAN YOGYAKARTA



Oleh: Ust. Salim A Fillah
Edisi: #Berkhidmat_UntukUmmat
----------
----------
Faktanya..
Negeri kita memiliki lebih dari 1 juta Masjid besar maupun kecil.. // Pertanyaannya adalah..: "Berapa Masjid kah yang menjadi BEBAN bagi Jama'ah dibandingkan dengan Masjid yang MEMBERDAYAKAN Jama'ah..?" // Maka jawabannya adalah..: "Ratusan ribu Masjid membebani Jama'ah untuk listrik.. air.. dan kebersihan.. padahal pemanfaatannya hanyalah shalat dan shalatnya pun tak pernah penuh.." // Disamping itu.. // Aset Masjid berupa Jutaan meter persegi tanah dan bangunan dinilai dari aspek apapun (serasa) masih sangat tak produktif.. padahal.. soal Masid adalah ideologi sekaligus substansi Peradaban Islam.. //

Tapi baiklah..
Kita masuk pada langkah strategis dan praktis yang ditempuh kami di Masjid Jogokariyan Yogyakarta.. // Bahwa secara sederhana.. Manajamen Masjid memiliki 3 langkah..: Yakni Pemetaan.. Pelayanan.. dan Pemberdayaan.. //

Setiap Masjid harus memiliki Peta Da'wah yang jelas.. wilayah kerja yang nyata.. dan jamaah yang terdata.. // Pendataan yang dilakukan Masjid terhadap jamaah mencakup potensi dan kebutuhan peluang dan tantangan.. kekuatan dan kelemahan.. // Kami di Masjid Jogokariyan Yogyakarta meng-inisiasi SENSUS MASJID.. yakni berupa pendataan tahunan yang hasilnya menjadi Data Base dan Peta Da'wah komperehnsif.. //

Data Base dan Peta Da'wah Masjid Jogokariyan Yogyakarta tak hanya mencakup nama KK dan warga.. pendapatan.. pendidikan dll.. tetapi juga sampai pada siapa saja yang shalat dan yang belum shalat.. yang shalat di Masjid dan yang belum shalat di Masjid.. yang sudah berzakat atau belum.. yang sudah ber-qurban atau yang belum.. yang aktif mengikuti kegiatan masjid atau belum.. yang berkemampuan di bidang apa dan bekerja di mana.. pokoknya detail bingitz.. ^_^

Dari Data Base diatas kita bisa tahu..
Bahwa dari 1030 KK (4000-an penduduk sekiar masjid) yang belum shalat tahun 2010 ada 17 orang.. // Lalu bila dibandingkan dengan data tahun 2000 yang belum shalat 127 orang.. // Dari sinilah perkembangan Da'wah selama 10 tahun terlihat.. //

Peta da'wah Masjid juga memperlihatkan gambar kampung yang dirumah-rumahnya berwarna-warni.. warna hijau berarti SANGAT MENDUKUNG da'wah.. warna hijau muda berarti CUKUP mendukung Da'wah.. warna kuning berarti "netral" terhadap Da'wah.. sedangkan warna merah berarti MUSUH Da'wah.. // Di tiap rumah ada juga atribut iconik.. icon Ka'bah berarti sudah berhaji.. icon Unta berarti sudah ber-Qurban.. icon Koin berarti sudah berzakat.. icon Peci dlsb.. // Konfigurasi rumah sekampung itu juga biasa dipakai tuk mengarahkan para Ikhwah da'i yang juga sedang cari rumah.. //

Masjid Jogokariyan juga berkomitmen tidak membuat unit Usaha agar tidak menyakiti jamaah yang juga memiliki bisnis serupa.. // ini harus dijaga.. misalnya tiap pekan Masjid Jogokariyan biasa menerima ratusan tamu.. sehingga konsumsi tuk tamu di-orderkan gilir pada jamaah yang punya rumah makan.. //

Data jamaah juga digunakan tuk Gerakan shubuh Berjamaah.. // Pada tahun 2004 dibuat Undangan Cetak layaknya Undangan Pernikahan tuk Gerakan Shubuh.. // By name.. UNDANGAN: "Mengharap kehadiran Bapak/Ibu/Saudara.. dalam acara Shalat shubuh Berjamaah, besok pukul 04.15 WIB di Masjid Jogokariyan.." // Undangan itu dilengkapi hadis-hadis keutamaan Shalat Shubuh.. hasilnya..?? Silahkan mampir ke Masjid Jogokariyan untuk merasakan Jamaah Shubuh yang hampir seperti Jamaah Shalat Jum'at.. //

Sistem keuangan Masjid Jogokariyan juga berbeda dari yang lain.. // Jika ada Masjid mengumumkan dengan bangga bahwa saldo infaknya jutaan.. maka Masjid Jogokariyan selalu berupaya keras agar di tiap pengumumaan saldo-infak harus sama dengan NOL Rupiah !! // Infak itu ditunggu pahalanya tuk jadi amal shalih.. bukan tuk disimpan di rekening Bank.. //

Sebab pengumuman infak jutaan akan sangat menyakitkan jika tetangga Masjid ada yang tak bisa ke Rumah sakit sebab tak punya biaya atau tak bisa sekolah.. // Masjid yang menyakiti Jamaah ialah tragedi da'wah.. dengan pengumuman saldo infak sama dengan NOL Rupiah maka jamaah lebih bersemangat mengamanahkan hartanya.. pun kalau saldo Masjid masih jutaan ya Maaf kalau infak jamaahnya nggak semangat.. //

Wifi di masjid Jogokariyan sudah tahun 2004.. dan itu "gratis-tis" // Sehingga Jamaah baik dari anak-anak maupun dewasa tidak perlu repot-repot ke WarNet yang sangat memungkinkan mereka untuk membuka situs yang bukan-bukan.. // Kami juga menyediakan langgar olahraga atau bermain yang terdapat alat olahraga seperti tenis meja dll.. sehingga anak-anak atau remaja atau pemuda yang ingin bermain atau berolahraga di Jogokariyan bisa kerasan atau betah.. timbang "mereka" main atau ber-olahraga diluar masjid yang biasanya waktu mereka saat itu bertabrakan dengan waktu shalat.. // Dan Alhamdulillah.. biasanya kami menyediakan setidaknya 1000 piring sebagai menu buka puasa di Bulan Ramadhan.. juga secara gratis-tis untuk para Jama'ah.. //

Masjid Jogokariyan pada 2005 juga meng-inisiasi Gerakan Jamaah Mandiri.. // Jumlah biaya setahun dihitung.. dibagi 52.. ketemu biaya pekanan.. dibagi lagi dengan kapastas masjid.. lalu ketemu biaya per-tempat shalat.. // Setelah itu disosialisasikan.. Jamaah diberitahu bahwa jika dalam sepekan mereka ber-infak dengan jumlah "segitu" maka dia Jamaah Mandiri.. adapun jika berinfak lebih.. maka dia termasuk Jamaah Pensubsidi.. // Tetapi.. jika dia tidak ber-nfak atau berinfak kurang maka dia termasuk Jamaah di Subsidi.. // sosialisasi ditutup dengan kalimat..: "Doakan kami tetap mampu melayani ibadah anda sebaik-baiknya.." //

Gerakan Jamaah Mandiri Alhamdulillah sukses menaikkan infak pekanan Masjid Jogokariyan hingga 400%.. // Toh ternyata orang malu jika ia beribadah tapi disubsidi..  Demikianlah jika peta.. data.. dan pertanggungjawaban keuangan masjid transparan.. sehingga infak 1000 rupiah pun kita tahu kemana alirannya tanpa diminta pun jamaah akan berpartisipasi.. // Dan tiap kali renovasi Masjid.. Takmir Masjid berupaya tak membebani jamaah dengan Proposal.. sebab Takmir hanya pasang spanduk..: "Mohon Maaf Ibadah Anda Terganggu, masjid Jogokariyan sedang Kami Renovasi.." // Nomor rekening tertera di bawah.. //

Dan sejak tahun 2005 Masjid Jogokariyan sudah menjalankan program Universal Conference Insurance.. dimana seluruh Jamaah Masjid bisa berobat di Rumah sakit atau klinik manapun secara Gratis-tis dengan membawa Kartu Sehat Masjid Jogokariyan.. // Dan kami juga biasa memberi hibah Umrah bagi jamaah yang betul-betul rutin Jamaah Shalat Shubuh di Masjid Jogokariyan.. // Inilah beberapa output dari program Masjid Mandiri.. artinya semua yang dari jamaah akan kembali ke Jamaah.. //

Satu kisah lagi tuk menunjukkan pentingnya data dan dokumentasi.. // Masjid Jogokariyan punya foto pembangunannya di tahun 1967.. gambarnya seorang Bapak sepuh berpeci hitam.. berbaju batik.. dan sarungan sedang mengawasi para tukang pengaduk semen tuk Masjid Jogokariyan.. // Di tahun 2002/2003 Masjid Jogokariyan direnovasi besar-besaran.. kemudian foto itu dibawa kepada putra si kakek dalam gambar.. putranya seorang juragan kayu.. // Kami katakan pada Putra kakek yang ada di foto tadi..: "Ini gambar Ayahanda Bapak ketika membangun Masjid Jogokariyan, kini Masjid sudah tak mampu lagi menampung Jamaah, sehingga kami bermaksud merenovasi masjid, Jika berkenan tuk melanjutkan amal jariyah Ayahanda Bapak, kami tunggu partisipasi bapak di Jogokariyan.." //

Alhamdulillah.. foto tua tahun 1967 itu membuat yang bersangkutan nyumbang RP 1 Miliar dan MAU menjadi Ketua Tim Pembangunan Masjid Jogokariyan sampai sekarang.. // Ajib.. Foto tua yang telah dibingkai indah itu ternyata "seharga" 1 Miliar.. ^_^ So.. kapan mau ke Masjid Jogokariyan..? ^_^
----------
----------
ini akan jd barometer percontohan ppmi dalam rangka memakmurkan masjid, silahkan dirapatkan..

Kamis, 28 April 2016

Mantan Imam Besar Masjid Istiqlal Meninggal Dunia


JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Imam Besar Masjid Istiqlal, Ali Mustafa Yaqub, meninggal dunia, Kamis (28/4/2016).
Ali Mustafa Yaqub yang juga merupakan Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama tutup usia di Rumah Sakit Hermina, Ciputat, Tangerang Selatan.
"Meninggal pagi ini, sekitar pukul 06.00 WIB," kata Kepala Protokol Masjid Istiqlal, Abu Hurairah Abdul Salam, saat dikonfirmasi, Kamis pagi.
Abu Hurairah menjelaskan, saat ini jenazah akan dibawa ke rumah duka di kediamannya, di Jalan SD Inpres Nomor 11, Pisangan, Ciputat, Tangerang Selatan.
"Namun, kami masih koordinasi apa keluarga bersedia agar jenazah bisa dishalatkan di Masjid Istiqlal," ucap Abu Hurairah.
Ali Mustafa Yaqub lahir di Batang, Jawa Tengah, pada 2 Maret 1952. Selama hidupnya, Ali Mustafa Yaqub dikenal sebagai salah satu tokoh Islam moderat yang rajin menyampaikan pesan damai.
Imam Besar Masjid Istiqlal sejak Desember 2005 hingga Januari 2016 ini juga menjadi tuan rumah yang menerima Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan istrinya, Michelle Obama, saat berkunjung ke Masjid Istiqlal pada 10 November 2010 silam.

Sumber:  http://www.kompas.com/

Selasa, 19 April 2016

Penyuluhan "Bahaya Narkoba" oleh Binmas Polres Temanggung

Datangilah penyuluhan "Bahaya Narkoba" untuk para pemuda dan segala lapisan masyarakat di Kabupaten Temanggung khususnya..
GRATIS..


Selasa, 08 Maret 2016

Ayo Laksanakan Sholat Gerhana, 9 Maret 2016

 
Rasulullah bersabda,
''Sesungguhnya matahari dan bulan merupakan dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah. Kedua gerhana itu tidak terjadi karena kematian seseorang dan bukan pula karena hidupnya seseorang. Maka jika kalian melihat peristiwa tersebut berdoalah kepada Allah dan bertakbirlah dan laksanakanlah shalat dan bersedekahlah.” (HR. Bukhari)

Gerhana Matahari Total insyaAllah akan terjadi di langit Indonesia pada hari Rabu, 9 Maret 2016. Berdasarkan data BMKG, 45 kota dari 12 Provinsi di Indonesia akan mengalami Gerhana Matahari Total dan selainnya mengalami Gerhana Matahari Sebagian. Karenanya, mari kita langitkan doa dan perbanyak takbir, serta tunaikan shalat gerhana secara berjamaah di kota masing-masing.
Jam berapa shalat gerhana matahari 9 Maret 2016?

Berikut ini waktu-waktunya se-Indonesia yang dilansir Kementrian Agama Republik Indonesia :
Aceh, 07:22 WIB -08:27 WIB
Sumatera Utara, 07:21 WIB-08:27 WIB
Sumatera Barat, 07:20 WIB-08:27 WIB
Riau, 06:22 WIB -08:30 WIB.
Bengkulu, 06:20 WIB-08:28 WIB.
Jambi, 06:21 WIB-08:29 WIB.
Kepulauan Riau, 06:22 WIB-08:33 WIB.
Sumatera Selatan, 06:19 WIB-08:29 WIB.
Lampung, 06:20 WIB-08:31 WIB.
Bangka Belitung, 06:21 WIB-08:35 WIB.
Banten, 06:19 WIB-08:31 WIB.
DKI Jakarta, 06:20 WIB-08:32 WIB.
Jawa Barat, 06:20 WIB-08:32 WIB.
Jawa Tengah, 06:20 WIB-08:35 WIB.
D.I. Yogyakarta, 06:20 WIB- 08:35 WIB.
Jawa Timur, 06:21 WIB-08:39 WIB.
Kalimantan Barat, 06:23 WIB- 08:42 WIB.
Kalimantan Tengah, 06:22 WIB-08:47 WIB.
Kalimantan Selatan, 07:23 WITA-09:48 WITA.
Kalimantan Timur, 07:26 WITA-09:54 WITA
Bali, 07:22 WITA-09:42 WITA.
Nusa Tenggara Barat, 07:23 WITA-09:45 WITA.
Nusa Tenggara Timur, 07:27 WITA-09:51 WITA.
Sulawesi Barat, 07:26 WITA-09:57 WITA.
Sulawesi Selatan, 07:26 WITA-09:54 WITA.
Sulawesi Tengah, 07:29 WITA-10:04 WITA.
Sulawesi Tenggara, 07:28 WITA-10:01 WITA.
Gorontalo,07:31 WITA-10:09 WITA.
Sulawesi Utara, 07:34 WITA-10:15 WITA.
Maluku Utara, 08:35 WIT-11:21 WIT.
Maluku, 08:35 WIT-11:17 WIT.
Papua Barat, 08:40 WIT-11:30 WIT.
Papua, 08:49 WIT-11:40 WIT.
*Sumber: http://bimasislam.kemenag.go.id/…/jam-berapa-shalat-gerhana…

"Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan.
Janganlah kalian sujud (menyembah) matahari maupun bulan, tapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya, jika memang kalian beribadah hanya kepada-Nya." (Q.S Fushshilat: 37)

Adapted from: FP Rumah Zakat

Senin, 07 Maret 2016

Masjid di Makassar Agendakan Salat Gerhana Matahari


Makassar - Sejumlah masjid dan kampus di Makassar, Sulawesi Selatan, mengagendakan salat Gerhana Matahari Total pada 9 Maret 2016 sebagai salah satu sunnah Nabi Besar Muhammad SAW.
"Kami mengajak seluruh jamaah dan civitas akademika kampus untuk ikut serta menunaikan salat gerhana matahari yang akan terjadi pada Rabu nanti," ujar Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar H Irwan Akib melalui keterangan pers, Minggu (6/3).
Ia menyebutkan pelaksanaan salat Gerhana di lakukan di Masjid Subulus Salam Kampus Unismuh sekira pukul 7.25-9.30 Wita dengan Imam sekaligus Khatib H Abbas Baco Miro.
Sementara di Masjid Al Markas Al Islami juga akan dilaksanakan salat Gerhana Matahari juga sekitar pukul 08.00-09.00 Wita dengan Imam dan Khatib H Maskur Yusuf.
"Kami juga mengajak seluruh jamaah masjid untuk ikut bersama-sama melaksanakan salat Gerhana Matahari sebagaimana sunna Rasulullah Sallalahu Alihi Wassallam," kata panitia masjidn Prof Ali Parman.
Selain di Masjid Al Markas, pelaksanaan salat Gerhana Matahari Total juga dilakukan panitia Masjid Al Ihktiar Unhas di jalan Sunu Makassar dengan Imam Ustas Wahyudi sementara materi Khutbah dibacakan Ustas Jamaluddin.
Sedangkan Pemerintah Kota Makassar memusatkan salat Gerhana Matahari di Masjid Terapung, Amirul Mukminin Pantai Losari sekitar pukul 7.30-9.00 Wita. Para jamaah disarankan menggunakan baju putih-putih saat pelaksanaan salat sunnah tersebut.
"Kami mengajak seluruh warga kota yang beragama islam untuk ikut bersama-sama ikut salat Gerhana Matahari pada Rabu pagi nanti," kata Humas Pemkot Makassar Firman H Pangarra.
Sejumlah masjid di beberapa wilayah kota Makassar dan Kabupaten di Susel akan melaksanakan salat Gerhana Matahari sebagai salah satu amanah menjalankanan sunnah Nabi.
Berdasarkan data Lembaga Penerbangan dan Antariksa atau LAPAN sejumlah daerah seperti Kota Padang, Jakarta, Bandung, Surabaya, Pontianak, Denpasar, Banjarmasin, Kupang, Manado, Ambon dan termasuk Makasar mendapat Gerhana Matahari sebagian pada Rabu 9 Maret 2016 mulai proses pukul 07.00 Wita-09.00 Wita.
Gerhana Matahari di Makassar sendiri berada dikisaran 88,54 persen dan bisa disaksikan dengan mata telanjang maupung menggunakan kacamata khusus. Para ahli menyarankan agar menggunakan kacamata khusus untuk menggurangi dampak cahaya masuk ke mata.
/YUD
ANTARA

Sumber: http://www.beritasatu.com/

Kanwil Kemenag DIY Imbau Masjid-masjid Selenggarakan Salat Kusuf


TRIBUNNEWS.COM JOGJA - Kanwil Kementerian Agama DIY instruksikan para pengurus atau takmir masjid di DIY untuk mengadakan salat gerhana atau salat Kusuf.
Hal tersebut menindaklanjuti himbauan dari Kemenag untuk menyelanggarakan salat gerhana matahari pada hari spesial tersebut.
"Kami sudah menerima surat dari Kemenag pusat soal himbauan untuk menyelenggarakan salat gerhana matahari kepada masjid-masjid di Indonesia," tutur Kasubbag Informasi dan Humas Kanwil Kemenag DIY, Arief Gunadi Minggu (6/3/2016).
Arief menambahkan selain mengirimkan anjuran salat, Kanwil Kemenag DIY juga informasi tatacara salat kusuf tersebuy kepada takmir masjid di Yogyakarta yang nantinya disampaikan kepada masyarakat, apalagi salat kusuf memang termasuk jarang dilakukan.
"Selain itu, juga menyampaikan perihal isi khotbah yang diterbitkan oleh Kemenag untuk kemudian harus disampaikan masyarakat seusai salat gerhana dilaksanakan," tamabahnya.
Dia berharap masyarakat yang mengikuti salat nanti agar dimanfaatkan untuk mendoakan Indonesia menjadi lebih baik.
"Kita harapkan masyarakat untuk berdoa bagi kesatuan dan keselamatan negara. Juga agar terhindar dari bencana-bencana yang ditimbulkan dari luar bumi," pungkasnya.
Beberapa masjid di DIY sendiri sudah menyatakan akan menggelar salat kusuf pada Rabu (9/3/2016) esok seperti Masjid Gede Kauman Yogyakarta hingga Masjid Mardiyah UGM Sleman. (*

Sumber: http://www.tribunnews.com/

Selasa, 01 Maret 2016

Makmurkan Masjid, Pernah Dicurigai Pencuri Kotak Infaq


Hidayatullah.com – Tugas membersihkan masjid biasanya hanya menjadi tanggungjawab takmir, tetapi tidak bagi sekumpulan anggota komunitas Love Masjid. Berdiri sejak 2013 lalu, komunitas yang berdomisili di Jogjakarta ini setiap harinya mendatangi masjid untuk mereka bersihkan.
“Love masjid adalah sebuah gerakan pemerhati masjid, fokus kami ada 2, bersih-bersih masjid dan menyuplai konsumsi untuk masjid yang menyelenggarakan kajian Islami,” tutur Bejo Kahono, salah satu komandan komunitas Love Masjid saat dihubungi hidayatullah.com beberapa waktu lalu.
Menurut Bejo, gerakan ini bukan sekedar membersihkan masjid, tetapi juga menyampaikan pesan, khususnya kepada para takmir, untuk lebih totalitas dalam memberikan kenyamanan bagi jama’ah guna meningkatkan kemakmuran masjid.
“Yang kami temukan kebanyakan hanya membersihkan lantai dan karpet, tapi atap, kaca, ventilasi, dan banyak bagian lain masih kotor,” ungkapnya.
Love Masjid sendiri, jelas Bejo, berusaha semaksimal mungkin untuk membersihkan masjid secara totalitas. Tidak hanya bagian-bagian atau wilayah yang jarang disentuh, tetapi sampai produk dan alat kebersihan yang digunakan adalah dengan kualitas standar hotel berbintang.
“Semua perlengkapan dan cairan yang kita gunakan kami beli di mall khusus peralatan kebersihan, tentunya memang dengan harga yang tidak murah. Namun ini merupakan bentuk komitmen kami terhadap kebersihan masjid,” jelas mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Jogja ini.

Pasukan Tadabur
Selain membersihkan masjid, komunitas Love Masjid juga memiliki program bernama Pasukan Tadabur, singkatan dari tangi-tangi dahar bubur, tangi-tangi dahar bukhori telur (artinya bangun tidur sarapan bubur dan nasi bukhori). Yaitu menyediakan konsumsi berupa bubur ataupun nasi bukhori telur untuk masjid yang menyelenggarakan kajian setiap hari Ahad.
“Kami menyediakan 50 sampai 100 porsi untuk setiap kali kajian, dan itu gratis. Kalaupun misalnya jumlahnya lebih dari itu, bisa membeli di kami untuk sisanya,” tutur Bejo.
Namun begitu, Bejo mengatakan, Pasukan Tadabur juga menyediakan konsumsi bagi masjid yang menyelenggarakan kajian di hari-hari biasa, hanya saja berupa snack atau makanan ringan.
Menurut pria yang juga pernah menjadi marbot masjid ini, sudah ratusan masjid di Jogjakarta yang didatangi komunitas Love Masjid untuk dibersihkan dan disuplai konsumsi.
Terkait sumber dana, Bejo menjelaskan bahwa komunitas Love Masjid tidak membuat proposal atau semacamnya. Namun ada saja rezeki berupa infaq dan sedekah yang datang untuk digunakan sebagai biaya operasional.
“Biasanya ada dari jama’ah ustadz kami yang setelah mengetahui komunitas Love Masjid kemudian tertarik untuk ikut membantu program-program kami,” terangnya.
“Meski kita tidak ada fundrising, kita yakin sama Allah, ketika kita mau membantu sesama, kami yakin Allah akan menolong kita. Keyakinan itulah yang kami bawa,” tambah Bejo.
Dicurigai Mencuri Kotak Infaq
Bejo menceritakan, ketika gerakan Love Masjid ini belum terlalu dirasa manfaatnya dan belum banyak dikenal masyarakat luas, Ia bersama teman-temannya sering dicurigai ingin mencuri kotak infaq berkedok membersihkan masjid.
“Kita pernah mengalami masa dimana berangkat itu masih naik motor (sekarang sudah ada mobil operasional yang juga sebagai identitas, red) sambil membawa perlengkapan dan lain sebagainya. Sehingga banyak warga sekitar masjid yang curiga terhadap kita, padahal kita benar-benar ingin membantu membersihkan masjid,” ujarnya mengenang.
Kini, komunitas yang beranggotakan 30 relawan tersebut, justru banyak dicari pengurus masjid untuk membersihkan masjid dan menyuplai konsumsi.
“Sekarang takmir yang membutuhkan kami, jadi sekarang harus menghubungi kami terlebih dahulu, baru kita akan kesana. Sekaligus mengatasi adanya prasangka buruk dari masyarakat sekitar kalau kita langsung datang kesana,” ungkapnya.
Bejo menyatakan melalui gerakan ini, komunitas Love Masjid juga ingin menyampaikan kepada pengurus masjid untuk lebih “berani” mengeluarkan budget besar demi kebersihan masjid secara maksimal, serta mengundang jamaah termasuk dengan menjamu konsumsi yang “mewah” sebagai salah satu strateginya.
“Eman (sayang) kalau masjid sudah bagus, dibagusi lagi, kasnya hanya untuk pembangunan saja. Lebih baik dialokasikan untuk program yang bertujuan untuk memakmurkan masjid” tutupnya.*

Sumber: http://www.hidayatullah.com

Indonesia akan Miliki Masjid Bawah Laut Pertama di Dunia


JAKARTA -- Indonesia akan memiliki masjid bawah laut pertama di dunia. Masjid tersebut akan dibangun di Dusun Buboho, Desa Bongo, Kecamatan Batuda, Pantai Gorontalo.
Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Hinca Pandjaitan menandatangani kesepakatan pembangunan masjid bawah laut tersebut.
"Apabila kita terus memegang teguh kearifan lokal yang diwariskan oleh para pendahulu kita, maka semua paham ekstrem atau kebudayaan asing akan terbendung dengan sendirinya. Teror dan kurangnya tingkat kebudayaan tradisi Indonesia di generasi muda karena kita sedikit demi sedikit sudah mengikis kearifan lokal," kata Hinca Pandjaitan dalam keterangannya di Jakarta, Senin (29/2).

Hinca menjelaskan, pembangunan masjid bawah laut ini diprakarsai oleh tokoh masyarakat setempat, Yosef Tahir Ma'ruf. Hinca mengakui sangat mengagumi konsep desa wisata Bubohu, khususnya pemrakarsa Desa Bubohu, Yosep Tahir Ma'ruf yang telah berhasil menyulap wilayah yang semula kering dan gersang menjadi hijau rimbun dan berlimpah air.
Kini Desa Bongo, Kecamatan Batuda, Pantai, Gorontalo, telah berubah menjadi Desa Wisata Religius Bubohu seluas lebih kurang 400 hektare.Menurut Hinca, budaya bukan sekedar untuk didiskusikan atau diseminarkan, namun harus dilaksanakan dan harus diperjuangkan.
"Cara yang dapat kita lakukan dalam memperjuangkan budaya adalah melalui jalur politik. Hal mana sedang kami lakukan di Partai Demokrat," kata Hinca.

Hinca menambahkan Partai Demokrat (PD) melakukan pendekatan budaya sebagai basis pergerakan Indonesia yang dibangun dengan latar belakang keberagaman kebudayaan."Kami akan terus mendorong, menumbuhkan dan mempopulerkan tempat-tempat budaya seperti Bubohu ini,"kata dia.

Sumber: http://www.republika.co.id/

Sabtu, 20 Februari 2016

Hindari Paham Radikal, Masjid Jangan Pernah Kosong


YOGYA (KRjogja.com)- Keberadaan masjid bukan hanya sekedar bangunan tempat beribadah dalam kaitannya manusia dengan Sang Pencipta. Namun lebih dari itu, masjid juga semestinya menjadi tempat untuk menyelesaikan
berbagai persoalan sosial yang ada di lingkungan masyarakat.

"Sebab itu penting melestarikan Masjid Jogokariyan sebagai salah satu nilai yang dasarnya sudah diletakkan pendahulu. Bahwa dengan keberadaan masjid inilah Kampung Jogokariyan yang dulu dikenal sebagai basis merah PKI sekarang menjadi kampung santri dengan perubahan kultural sosial setelah berdirinya pada 20 September 1966 silam," tutur agamawan sekaligus budayawan yang juga Ketua Dewan Syura Masjid Jogokariyan Ustaz HM Jazir ASP saat memberikan tausiah dalam Pembukaan Rangkaian Setengah Abad dan Peresmian Islamic Center Masjid Jogokariyan Yogyakarta, Minggu (31/01/2016).

Dari Masjid Jogokariyan ini pula Ustaz Jazir berharap lahir generasi baru yang perkasa serta memiliki akhlak mulia. Apalagi kini dengan adanya Islamic Center dan Rumah Tahfidz bagi calon penghafal Al Quran, Masjid Jogokariyan memiliki bekal untuk menggembleng generasi muda Islami dan Qurani sesuai tuntunan Rasulullah SAW.

Turut hadir dalam kesempatan ini Dirjen Bimas Islam Prof Dr H Machasin MA mewakili Menteri Agama RI, Kepala Bidang Bina Mental dan Spiritual Biro Kesra Pemda DIY Iswantoro SH mewakili Gubernur DIY, Walikota Yogyakarta Drs H Haryadi Suyuti, Bupati Kulonprogo dr Hasto Wardoyo, pejabat di lingkungan sipil, militer dan masyarakat Jamaah Masjid
Jogokariyan.(M-5)

Sumber: http://krjogja.com/

Kamis, 18 Februari 2016

Ketua MUI: Semua Elemen Umat Islam Harus Mendukung Gerakan Nasional Ayo Ke Masjid



JPRMI (Jaringan Pemuda & Remaja Masjid Indonesia) menyatakan siap menolak dan membendung kampanye LGBT yang akhir-akhir ini sedang marak. Hal tersebut disampaikan oleh Juni Supriyanto selaku Sekretaris Jendral JPRMI saat menanggapi permintaan dari Ketua Majelis Ulama Indonesia dalam kunjungan silaturahminya bersama pengurus JPRMI ke Gedung MUI jalan Proklamasi nomor 51 Jakarta.
Juni mengatakan JPRMI Pusat akan memberikan intruksi secara khusus kepada ribuan pengurus dan anggotanya di daerah untuk melakukan upaya-upaya menolak kampanye LGBT ini.
 
Selain itu Juni menambahkan pihaknya juga mendorong dan mendukung pemerintah untuk melakukan rehabilitasi terhadap penderitanya. “LGBT ini kan penyakit yang bisa disembuhkan, oleh karena itu kita mendorong dan mendukung langkah-langkah pemerintah untuk melakukan merehabilitasi terhadap penderita LGBT sehingga mereka bisa segera sembuh dan berinteraksi normal di tengah-tengah masyarakat” jelasnya.
Dalam pertemuan silaturahmi pengurus JPRMI ke Majelis Ulama Indonesia, KH. Ma’ruf Amin selaku ketua MUI mengaku resah dengan gerakan kampanye LGBT yang secara akhir-akhir ini marak dan dilakukan terang-terangan dilakukan oleh aktivis LSM dengan dukungan dana dari luar negri yang tidak terbatas. Menurutnya LGBT adalah penyakit yang sangat merusak fitrah manusia, oleh karenanya segenap umat Islam mulai dari ulama, Ormas Islam, remaja masjid dan eleman lainnya harus bekerjasama menolak dan membendung kampanye LGBT.

“MUI sudah mengeluarkan himbauan dan fatwa tentang haramnya LGBT. Namun himbauan dan fatwa saja tidak cukup. Perlu dukungan dari segenap Islam umat, salah satunya dari unsur pemuda dan remaja masjid” jelasnya.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/

Dukung Gerakan Nasional Ayo Ke Masjid



Ketua Majlis Ulama Indonesia KH Ma’ruf Amin mengatakan, semua elemen umat Islam harus mendukung Gerakan Nasional Ayo Ke Masjid (GNAKM).

Hal tersebut dikatakan saat menerima kunjungan dari Panitia Mukernas (Musyawarah Kerja Nasional) Jaringan Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia di Gedung MUI Jalan Proklamasi nomor 51 Jakarta.

Menurutnya, Gerakan Nasional Ayo Ke Masjid yang digagas dan akan di-launcing JPRMI pada acara Mukernas 26-28 Februari 2016 mendatang, adalah proram yang sangat positif dan akan berdampak sangat baik untuk pelakunya juga untuk negeri ini.

“Masjid adalah pusat pembinaan moral dan akhlak, oleh karenanya jangan sampai ada satu jengkal tanahpun yang lepas dari pengaruh masjid” ujarnya.

Sambil mengutip ayat suci Alquran surat At-Taubah ayat 18, tokoh Nahdatul Ulama ini juga mengingatkan, setiap Muslim berkewajiban untuk memakmurkan masjid.

“Setiap orang yang mengaku beriman harus terlibat dalam program-program yang bertujuan untuk memakmurkan masjid,” ujarnya

sumber: http://www.republika.co.id/

Senin, 15 Februari 2016

Bahaya LGBT di Tanah Air

Ketua umum Jaringan Pemuda Remaja Masjid Indonesia cabang Temanggung, Abdurrahman Wachid, menegaskan bahaya pemikiran dan praktek Lesbian, Homoseksual, Biseksual dan Transgender (LGBT) yang sedang marak di Indonesia. Hal tersebut disampaikan pada sesi kajian pemahaman Generasi Remaja Masjid yang Mencerahkan Umat pada Sabtu (13/2/2016) lalu di Masjid Dusun Tegaljoho, Mojotengah Kedu, Temanggung.


“LGBT ini sangat berbahaya, merusak aqidah, mental, diri dan masyarakat. Allah sudah sangat tegas mengharamkan perbuatan kaum Nabi Luth ini di dalam al-Quran, bahkan Allah memberikan kepada mereka azab yang belum pernah diberikan kepada umat sebelum mereka. Rasulullah -Shallallahu Alaihi Wasallam- juga tegas melarang perbuatan ini,” tegas Gusdur, sapaan akrab Abdurrahman Wachid menjawab pertanyaan salah satu peserta kajian.
“Binatang saja tidak pernah melakukannya, tidak ada unta jantan suka dengan unta jantan, unta betina suka dengan unta betina, babi sekali pun tidak melakukannya. Nah, ini dilakukan oleh manusia, makanya dikatakan lebih sesat dari binatang,” lanjutnya.
Gusdur juga prihatin dengan beberapa media massa yang dinilai pro dengan praktek LGBT. Menurutnya, tindakan seperti itu adalah pembodohan kepada masyarakat dan menjatuhkan harga diri bangsa dan negara.
Aktivis komunitas Bagi Nasi Pagi (BNP) Indonesia cabang Temanggung ini juga mengingatkan bahaya mendukung dan membenarkan LGBT, karena bisa menjerumuskan seseorang pada kekafiran.
“LGBT ini sudah jelas diharamkan oleh Allah, maka siapa yang menghalalkan dan mendukung praktek seperti ini maka dia menentang hukum Allah, dan di antara hal yang mengeluarkan seseorang dari Islam adalah menghalalkan apa yang telah Allah haramkan,” terangnya.

Jumat, 05 Februari 2016

SAR MASJID, Fenomena kembalinya remaja ke Masjid

Jaringan Pemuda dan Remaja Masjid (JPRMI) bersama  masyarakat dan remaja dusun tersebut mereka membersihkan tempat yang mulia bagi masyarakat umat Islam yaitu masjid Al Ghofar di Dusun Sanggrahan, Desa Balerejo, Kecamatan Kledung.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu  kegiatan dari Bidang Pengabdian masyarakat.  Dengan berseragam orange seperti seragam SAR pada umumnya, tapi ketika ada kata masjid dibelakangnya menjadi sesuatu yang berbeda dan menjadi  identitas tersendiri bahwa mereka adalah remaja dan pemuda masjid menyediakan waktu untuk membersihkan masjid dan menghidupkan kegiatan masjid lainya.

Abdurahman Wachid ketua JPRMI Kabupaten Temanggung menjelaskan,  "Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk dari pelaksanaan hadits Nabi, bahwa barang siapa yang membersihkan masjid maka Allah akan membuatkan bangunan disurga" katanya.

Selanjutnya dia menjelaskan bahwa kegiatan seperti ini akan menjadi kegiatan rutin diadakan dengan tempat yang berbeda beda. "Siapa pun bisa bergabung dengan kami, untuk bergabung dalam amal shaleh ini" tambahnya.

Adapted from: http://www.temanggung.biz/