Benner

Benner
Tampilkan postingan dengan label Program Kerja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Program Kerja. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Desember 2017

Ikuti Program TALQWAP (Tadabur Al Quran Via Whatsapp) JPRMI Kab Temanggung

Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Pengumuman

Bagi bapak, ibu, kakak dan adik yang ingin lebih dalam mempelajari Al Quran kami undang untuk mengikuti TALQWAP (Tadabur Al Quran Via Whatsapp) JPRMI Kab Temanggung. Di sana kita akan lebih dalam mempelajari ayat demi ayat Al Quran.

Karena menjadi umat terbaik itu dimulai dari belajar dan mempelajari Al Quran.
Yuk yang mau gabung silahkan daftar no whatsapp Anda ke no 085328085583
Dengan format

Daftar#Talqwap#nama#alamat#no hp

Salam hangat dari JPRMI Kab Temanggung
 

Wassalamualaikum...

Kamis, 09 Juni 2016

Program Tebar Da'i JPRMI Temanggung


Pada Ramadhan 1437 H kali ini JPRMI kab Temanggung melaunching program "Tebar Da'i Muda". Program ini di mulai dengan mengisi kuliah subuh di Masjid Al Jihaf Bendo Kertosari Temanggung. Pada kesempatan kali ini JPRMI Kab Temanggung mengirim da'i muda yang biasa di panggil mas Rauf.
Dalam ceramahnya, da'i yang juga bendahara JPRMI Kab Temanggung ini menyampaikan tentang pentingnya iman yang benar sebagai bekal menempa diri dalam proses puasa agar dihasilkan pribadi yang bertaqwa. Di akhir ceramahnya beliau mengajak jamaah kuliah subuh untuk setelah selesai kajian melanjutkan dengan dzikir kemudian dilanjutkan dengan sholat isyraq sesuai dengan hadits Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam :

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِى جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ ». قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ ».
Dari Anas bin Malik radhiallahu’anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang shalat subuh berjamaah, kemudian duduk berdzikir sampai terbit matahari, kemudian shalat dua rakaat maka dia mendapatkan pahala sebagaimana pahala haji dan umrah.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menambahkan: “Sempurna..sempurna..sempurna…” (HR. At Turmudzi no.589 )

Rencana program tebar da'i ini akan dilanjutkan ke masjid-masjid di seluruh pelosok Temanggung. Program ini menitik beratkan pesan kepada seluruh masyarakat untuk kembali menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan masyarakat.

Selasa, 19 April 2016

Penyuluhan "Bahaya Narkoba" oleh Binmas Polres Temanggung

Datangilah penyuluhan "Bahaya Narkoba" untuk para pemuda dan segala lapisan masyarakat di Kabupaten Temanggung khususnya..
GRATIS..


Kamis, 04 Februari 2016

Seminar & Workshop "Entrepreneur Berbasis Masjid" JPRMI 2011

Assalamu'alaikum wr wb


Dalam rangka Gerakan Nasional Ayo Ke Masjid, JPRMI mengadakan Seminar & Workshop "Entrepreneurship Berbasis Masjid". Kegiatan ini rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 5-7 Agustus 2011, bertempat di Masjid Baitul Ihsan Komplek Perkantoran BI.
Narasumber yang sudah konfirmasi
1. Valentino Dinsi
2. Eman SUkirman
3. Zainal "Jay" Abidin
4. M. Nasir Tajang
5. Adam Afdholi
6. Firman "Dibo Piss" Abadi
Acara ini bersifat terbuka untuk umum. Formulir Pendaftaran dan format proposal lihat lampiran berita ini. tempat terbatas hanya 150 orang untuk workshop.
Pendaftaran silahkan hubungi:
1. Muchlis : muchlissolution@gmail.com /0817 998 4129
2. Eko Yuniarto : eko.yuniarto@gmail.com /0838 9079 2880

Adapted from: http://www.jprmi.or.id/

Ayo Ke Masjid

Ayo Ke Masjid!!

Jadikan Masjid sebagai solusi konkrit atas permasalahan umat. Jaringan Pemuda & Remaja Masjid Indonesia (JPRMI) mengajak untuk fokus pada 3 masalah utama yaitu Pendidikan, Ekonomi dan Kesehatan.
3 Pilar Program JPRMI Makmurkan Masjid meliputi:
1. Pendidikan --> dengan Sekolah Berbasis Masjid dan Beasiswa Aktifis Pemuda / Remaja Masjid
2. Ekonomi --> dengan Entrepreneurship Berbasis Masjid (pemberiaan modal usaha mikro dan kecil berbasis masjid)
3. Kesehatan --> dengan pemberian bantuan kesehatan bagi dhuafa yang belum termasuk dalam program jamkesda pemda, serta layanan kesehatan gratis.
Ayo Ke Masjid !!!

Adapted from: http://www.jprmi.or.id/

Selintas Sekolah Berbasis Masjid

Latar Belakang


Kepemimpinan sebuah bangsa harus dipersiapkan sejak dari masa kanak-kanak, remaja, dan usia muda. Mengelolanya dengan baik untuk mengantarkannya menuju karakter pemimpin yang dilandasi oleh terjaganya moralitas dan terasahnya interlektualitas, namun yang kita rasakan saat ini, lingkungan tempat para remaja kita tumbuh dan mengembangkan dirinya semakin lama semakin tidak layak untuk menjadi tempat belajar dan membentuk pribadi

Oleh karena itu, adalah tugas dan tanggung jawab bersama, untuk menciptakan suatu kondisi yang mendorong remaja Islam untuk tumbuh dan berkembang sebaik-baiknya dengan memberikan kesempatan dan media kepada mereka untuk belajar, berpikir, bermain, serta beribadah untuk mengenal diri, lingkungan dan Tuhannya dengan sebaik-baik pengenalan

Saat ini di seluruh pelosok Indonesia telah berdiri TPA-TPA dan madrasah pemberantasan buta huruf Al-Qur'an, yang hasilnya secara signifikan telah dapat kita rasakan bersama. Akan tetapi budaya wisuda TPA ternyata telah berdampak pada melemahnya motivasi mengaji setelah menyelesaikan program tersebut. Padahal masa-masa sekitar usia SLTP saat ini menjadi usia yang semakin rawan dari segala pengaruh negatif. Berangkat dari keprihatinan ini perlu kiranya kita memberikan alternatif lembaga yang tepat untuk pembinaan diri remaja.

Mosque Schooling (Sekolah Berbasis Masjid) adalah sebuah pembinaan pasca TPA yang merupakan program pembinaan nilai-nilai Islami secara intensif dengan sasaran remaja usia akhir sekolah dasar hingga akhir Sekolah Menengah Pertama. Tujuan program ini adalah memberikan dasar pemahaman dan pengamalan Islam, pembentukan akhlaq serta pematangan emosi bagi peserta didik

Program Mosque Schooling (Sekolah Berbasis Masjid) terdiri dari 3 bagian penting, pendidikan akhlak dengan cerita para sahabat Rasulullah SAW pilihan, peningkatan kualitas akademik dan pendidikan keterampilan hidup ( life skill ) yang didalamnya tercakup kajian kepemimpinan, early entrepreunership program dan outbound sebagai penunjangnya

Sejarah SBM

Mosque Schooling (Sekolah Berbasis Masjid) adalah sebuah kelanjutan dari ide besar yang telah dikembangkan oleh rekan-rekan aktifis remaja masjid di Yogyakarta yang bernana Sentra Generasi Harapan atau SGH. SGH muncul setelah selaksa kekhawatiran kepada para remaja oleh sebagian aktifis remaja masjid di Yogyakarta akan pudarnya nilai-nilai yang sekian lama ditanamkan sejak bangku TPA dan TKA, karena beranjaknya usia mereka berbanding lurus dengan tarikan-tarikan pengaruh negatif yang melingkupi lingkungan bermain mereka.

Pada tahun 2001, dimulailah sebuah bentuk pendidikan alternatif yang ditujukan untuk akan usia SLTP, selepas mereka menamatkan pendidikan TPA dan TKA. Perbedaan usia menjadikan kurikulum yang juga berbeda. Saat itu SGH hanya mengambil porsi pendidikan Islami dan sebahagian akademic skill dan outbound. SGH diadakan setiap sabtu sore dan sering disebut dengan Sekolah Remaja.

Pada tahun 2006, SGH diperkenalkan pada acara Muktamar Pertama JPRMI dan mulai dibicarakan untuk diangkat ke tingkat Nasional dan dijadikan sebagai produk unggulan.

Atas seijin para pendiri SGH, Pengurus Pusat JPRMI mengadakan perubahan mendasar baik dari sisi kurikulum maupun teknologi pembelajaran, SGH dan SBM memiliki kesamaan dalam semangat memperbaiki generasi penerus dan membendung efek negatif pergaulan remaja yang mulai destruktif

Pada akhirnya SGH berubah nama menjadi Mosque Schooling atau Sekolah Berbasis Masjid (SBM) mengingat sangat eratnya kaitan antara pendidikan ini dengan masjid

TUJUAN

1. Menjadi wadah pendidikan non formal dalam pembinaan remaja Islam.

2. Terjaminnya keberlanjutan pendidikan dan pembinaan agama Islam dikalangan remaja.

3. Melahirkan generasi pemuda yang memiliki pemahaman dan kepribadian yang islami yang utuh, baik secara ruhani, jasmani dan intelektual

SASARAN DAN TARGET

Remaja Islam pasca TPA dengan usia remaja antara kelas 5 Sekolah Dasar hingga kelas 3 Sekolah Menengan Pertama

KURIKULUM SBM

SBM mengambil 3 kurikulum besar :

1. Pemahaman Keislaman

2. Bahasa Inggris

3. Life Skill (Keterampilan Hidup)

SahabatNabi2smallPemahaman Keislaman dilakukan dengan mengambil cerita sejarah hidup sahabat pilihan dan mengeksplorasi karakter yang termuat dalam cerita sahabat tersebut, sedangkan karakter yang akan dikembangkan dalam SBM ini ada 10 karakter Yaitu : Aqidah yang lurus, Ibadah yang benar, Akhlak yang baik, Fisik yang kuat, Kesungguhan, Cerdas, Disiplin, Cermat, Berguna bagi orang lain, dan berjiwa Wirausaha

Setiap cerita sahabat, akan dieksplorasi sifat-sifat yang terkandung didalamnya dengan pancingan pertanyaan kepada para santri dan jawaban yang telah disediakan untuk para teachers. Untuk itu akan diberikan training tehnik bercerita sejarah hidup sahabat kepada remaja yang diadakan untuk para teachers. Sedangkan para santri dibekali dengan komik sahabat yang isinya sama dengan apa yang diceritakan oleh para teachers. Dalam satu bulan ada 3 episode kehidupan sahabat yang akan dibahas, ditutup dengan drama tentang sahabat tersebut pada pekan keempat

SBM menggunakan metodologi Spider Web, yang kurang lebih artinya adalah bahwa seluruh apa yang didapat santri saling berkaitan satu sama lain.

Kurikulum Bahasa Inggris, akan mengambil tema-tema tentang sahabat pada bulan tersebut. Metodologi pengajarannya ditekankan pada conversation ringan tentang sahabat.

Ketika berbicara tentang sahabat yang bekas seorang budak kemudian mampu menjadi Gubernur Kuffah (presiden Irak), maka Lifeskill yang diberikan adalah memupuk kepercayaan diri.

Pada kurikulum LIfeskill juga ditanamkan program Early Entrepreneurship Program, dengan tujuan memupuk jiwa wira usaha dan mengikis ketergantungan secara ekonomi kepada kedua orang tua dan lingkungannya, setiap bulan pada semester ketiga, diadakan market day, wadah pemasaran produk mereka sendiri baik untuk sekolahnya maupun lingkungan sekitar SBM.

Sebelum memulai kelas, dilakukan program hafalan juz 29 dan 30 terlebih dahulu selama 15 menit, diharapkan dalam 3 tahun pendidikan SBM, dicapai hafalan santri sebanyak dua juz tersebut

TeacherHandBooksmallSecara garis besar, kami mempunyai 3 cita-cita besar dengan kurikulum ini :

1. Santri memahami dan mendalami serta mempraktekan karakter yang terkandung dalam cerita sahabat dan dieksplorasi oleh para teachers mereka

2. Santri diharapkan mampu melakukan drama dalam bahasa Inggris di semester ke-5 dan para teachers mampu membuka kelas awal dalam bahasa Inggris

3. Santri diharapkan mampu survive dalam 2 hal, survive secara sosial, mampu bergaul, memimpin dan berorganisasi karena diajarkan tentang hal tersebut, dan santri mampu survive secara ekonomi minimal mampu memenuhi kebutuhannya sendiri dengan Early Entrepreneurship Program.

Adapted from: http://www.jprmi.or.id/

SBM Solusi Pendidikan Alternatif

Jakarta, Jaringan Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (JPRMI) menilai maraknya aksi tawuran antar pemuda akhir-akhir ini salah satunya disebabkan terputusnya upaya pembinaan kerohanian Islam.
"Ketika tahun 1992 tawuran ramai, kemudian ketika tahun 1996 banyak pembinaan di kerohanian Islam dilakukan. Waktu itu dari Pemda DKI tawuran mereda, 2004-2006 pembinaan selesai tawuran ramai lagi," papar Ketua Umum JPRMI, Otong Sumantri, kepada media di Jakarta, Minggu (31/7/2011).
Otong mendapati kenyataan bahwa sebagian besar pemuda yang terlibat tawuran di masa kecilnya pernah mengenyam Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA).
Sayang di usia yang belum sepenuhnya matang, kata Otong, pembinaan kerohanian Islam tersebut harus berakhir. Padahal idealnya, pembinaan ini terus mengawal pribadi si anak sampai dirinya cukup dewasa.
"Pembinaan ini tidak boleh terputus, sampai dia bisa menentukan arah hidupnya sendiri," tegasnya.
Jika tidak, terang Otong, pembinaan yang terputus di fase anak yang belum matang ini bisa berdampak menyerang balik si anak.
Setelah lulus, lanjutnya, si anak akan sulit kembali ke TPA karena sudah dilabel lulus TPA. Hal ini diperparah jika si anak tidak memiliki keluarga yang bisa jadi tempat yang nyaman baginya.
Anak yang bingung kemana dia harus menuju dan berlabuh pada lingkungan di sekitarnya, di mana ada pengaruh komunitas teman sebaya yang cukup kuat di sana. Dari sanalah, anak mungkin mulai belajar bagaimana 'turun ke jalan'.
"Itulah yang jadi guru mereka seterusnya," ujarnya.
JPRMI sendiri, kata Otong, tengah berupaya melanjutkan kembali pembinaan kerohanian Islam di kalangan pemuda. Di antaranya, dengan membuat Sekolah Berbasis Masjid (SBM).
"Itu kan sekolah pasca-TPA sampai usia SMA, sehingga yang seperti itu selesai," katanya.
Sekolah berbasis masjid ini, lanjutnya, sudah dijalankan di beberapa lokasi di Jakarta, seperti di Sunda Kelapa dan masjid Cinere Depok. Selain itu, Otong juga mengimbau warga masyarakat agar menggiatkan kembali kegiatan remaja masjid di daerah, utamanya yang rawan tawuran.
"Jika pembinaan tersebut berjalan, itu akan hilang sendiri. Kita akan optimalkan untuk jadi fasilitator," terangnya.

Adapted from: http://www.jprmi.or.id/